Senin, 07 Mei 2012

Membangun Generasi Muda yang Kokoh

Generasi Muda itu adalah Kesempatan Emas: 
Hancurnya suatu negara itu faktor utama adalah karena kalangan Generasi Muda yang hancur. Masa kejayaan kita letaknya pada Generasi Muda dimana kita diberikan intelektual dan fisik yang paling ampuh..Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan, nanti yang ada hanya penyesalan. Saat ini, generasi muda di Indonesia dan dunia banyak yang tidak dimanfaatkan dengan baik, justru diabaikan. Kalau terus saja dilakukan, dampaknya akan mengglobal Untuk itu, saya akan memberitahukan cara-cara untuk menciptakan Generasi Muda yang Kokoh dan tangguh:

1. Memperbaiki Akhlak dan Ilmu:

- Akhlak (Ilmu Agama): 

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa kehancuran negara itu disebabkan oleh Generasi Muda..Dan akhlak itu yang menjadi faktor utamanya. Akhlak atau watak yang positif merupakan kunci pertama dari seluruh manusia untuk menuju kesuksesan. Sedangkan akhlak atau watak yang negatif merupakan kunci kegagalan pertama (jangan ditiru yang ini..hehe)...Allah memandang manusia dari sisi Akhlak dan ilmu. Bukan dari jabatan, penampilan, ukuran badan, warna kulit, harta kekayaan, dan lain-lain.

Akhlak itu ada yang baik ada yang buruk. Dalam Islam, Akhlak yang baik diinamai Akhlakul Karimah. Sedangkan akhlak yang buruk dinamai Akhlakul Mazmumah. Akhlak yang baik patut dan wajib kita lakukan seperti jujur, tolong menolong, pemaaf, dermawan, bekerja keras, positif, rajin berdoa, berbakti dan taat, dan banyak lagi...Sedangkan akhlak yang buruk seperti bohong, pendendam, kikir, malas, durhaka, dan lain-lain akan menghancurkan kita sendiri yang akhirnya menghancurkan negara. Lakukanlah yang terbaik, menjadi yang terbaik, semua didasari dan diawali oleh Akhlak Positif. 

Ilmu agama mengajarkan tentang akhlak dan tentunya mengajak kita untuk berbuat amal baik. Semua agama pada hakikatnya mengajak kita untuk berakhlak positif. Pelajarilah ilmu agama yang banyak agar kita punya keimanan yang teguh. Sadarilah kalau anda masih punya akhlak yang buruk, berarti anda belum mempelajari agama dengan benar dan sempurna. Mempelajari ilmu agama itu sangatlah penting..Bukan hanya ilmu pengetahuan, tapi ilmu agama itu lebih penting karena mendasari semua ilmu. Dan kalau sudah mempelajarinya, jangan lupa diterapkan terus dilatih terus.

- Ilmu Pengetahuan:

Ilmu agama dan ilmu pengetahuan sama-sama pentingnya. Dan mereka punya kaitan yang sangat kuat. Semua pasti menggunakan ilmu..Ilmu tidak bisa ditinggalkan. Dan selamanya ada di hidup kita. Semua ilmu itu punya kepentingan dan keunggulan masing-masing. Seperti Matematika keunggulannya bisa memberikan rumus ampuh sehingga mempermudah kita untuk menghitung, IPA memberikan ilmu tentang alam, Ekonomi memberikan ilmu tentang keuangan, Musik mengajarka kita untuk memproduksi dan memainkan lagu, dan masing-masing punya keunggulan dan keunikannya. 

Tidak semua ilmu pengetahuan itu baik untuk kita. Kita juga harus hati-hati dan jangan sampai menggunakan ilmu yang negatif dan menyesatkan seperti ilmu kriminal, ilmu hipnotisme, dan sebagainya. Tuntutlah ilmu yang baik. Sebab orang yang paling kaya akan derajatnya adalah orang yang paling berilmu. Menuntut ilmu pengetahuan dapet dilakukan tentunya dengan belajar.

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan"
(Q.S. Al-Alaq ayat 1) 

2. Produktif:

Manusia itu harus produktif kalau mau menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran negara. Dengan akal dan pemikiran yang kuat, manusia bisa menjadi makhluk yang produktif, tidak seperti hewan yang tidak punya akal. Untuk memenuhi kebutuhan manusia, harus disertai dengan produktivitas. Semakin berkembangnya zaman, semakin meningkatnya kebutuhan, dan semakin kita didorong untuk produktivitas. Indonesia mempunyai penduduk yang sangat banyak..Adalah negara ke 4 berpenduduk terbanyak setelah Cina, AS, dan India...Wah kalau dipikir-pikir pasti kebutuhan masyarakat pasti banyak sekali. Pasti kita harus produktif agar kebutuhannya tercapai. Produktivitasnya juga harus bervariasi. Bagaimana? Tentunya kita harus membuat produk inovatif. Salah satunya dengan berwirausaha alias Entrepreneurship. Berdasarkan info yang sering saya dengarkan, negara maju butuh Entrepreneurship minimal 2 persen. Indonesia hanya punya 0,2 persen. Padahal penduduknya aja mencapai 200 juta. Malaysia saja yang kecil dan sedikit penduduknya sudah mempunyai lebih dari 2 persen Entreprener. Jangankan Malaysia, Singapur saja sudah begitu. Kita harus tidak kalah dengan mereka dan negara-negara lainnya. Makanya kita harus belajar keras dan rajin agar dan latihan untuk produktif. Manusia harus produktif, karena kalau produktif manfaatnya makin banyak, pahalanya makin banyak, dan Insha Allah membawa berkah.

Info ini saya dapatkan dari program yang bernama Innovation Expo di sekolahku. Diadakan setiap tahun untuk kelas SMP dan SMA. Inilah program yang sangat efektif, mendukung untuk kita. Semoga program ini dan juga informasi ini memberikan manfaat untuk kita dan Indonesia. 

Ayolah Generasi Muda lakukanlah yang terbaik. Kau adalah harapan bangsa dan kau yang berhak untuk memajukan bangsa dengan berbagai cara termasuk ini.

"9 dari 10 pintu Rezeki berasal dari Perdagangan"
- Nabi Muhammad SAW- 

3. Hukum yang Kuat:

Hukum adalah pengatur. Tanpa hukum, pasti dunia ini akan kacau. Manusia akan kacau seperti hewan. Hukum adalah pembatas. Dan ini sangatlah penting, dan efektif kalau disertai penerapan yang efisien.

Hukum yang sudah bagus, tapi kalau gak diterapkan sia-sia saja seperti kertas dibakar jadi abu. Undang-undang Dasar 1945 itu merupakan salah satu hukum di Indonesia. Isinya sudah bagus, tepat, dan lengkap. Tapi karena tidak sempurna, maka diadakan amandemen. Kita harus berusaha untuk menyempurnakan hukum sebaik-baiknya. Memastikan bahwa rakyat memahaminya agar menjalaninya.


Hukum itu universal. Berlaku di mana pun. Indonesia adalah negara hukum tentunya punya hukum. Pengaruhnya universal dan menyebar dimanapun dan kesiapapun. Kalau hukumnya baik, pasti masyarakatnya baik. Kalau hukumnya hancur, hasilnya adalah kebalikannya.

4. Mental dan Fisik yang Kuat:

Kedua ini sangatlah penting untuk kita. Moral dan karakteristik yang baik dibentuk kalau kedua ini kuat dan baik. Sekarang akan kujelaskan mengapa kita memerlukan itu.

Mental:

Mental mempunyai hubungan erat dengan fisik kita. Mental yang kuat menjadikan fisik yang kokoh. Mental yang lemah menjadikan fisik yang mudah lumpuh. Mental itu lebih penting daripada fisik. Tapi bukan berarti fisik itu tidak penting juga. Keduanya sama-sama penting.

Kekuatan mental takkan berakhir sepanjang hidup di dunia. Dan kita terus mampu mengembangkannya sampai kita tua renta.

Mental itu punya kaitan dengan emosi kita. Atau Emotional Quotient. Kaitannya lebih kuat pada emosi daripada kecerdasan (intelligent quotient). Orang yang sukses itu yang mampu menahan emosi dengan benar. Atau 80 persen itu EQ (Emotional Quotient) dan 20 persen IQ (Intelligent Quotient)..Orang yang emosional walaupun pintar tidak memperoleh kesuksesan. Makanya orang pintar juga banyak yang gak sukses.

Selain itu ada juga contoh-contoh orang yang mempunyai mental positif. Seperti tegas, keinginan yang kuat, disertai penerapannya daya tahan yang kuat, serta tidak mudah tergoda. Sekarang, salah satu faktor mengapa Indonesia belum maju itu karena mentalnya yang belum cukup kuat. Contoh:

1. Penjaga penjara disuap oleh Gayus, raja koruptor Indonesia
2. Kebanyakan orang Indonesia kalau dipukul dan dihina itu menangis, bukannya ditahan
3. Mulai ada generasi muda yang kecanduan oleh rokok, narkoba, game, dan lain-lain yang sebenarnya tidak baik

Itu saja contoh-contohnya...Generasi Muda adalah masa emas dan patut untuk mempunyai mental yang kuat. Tanamkanlah mental yang kuat Insha Allah akan membantu negara kita

Fisik: 

Kekuatan fisik berlaku pada semua makhluk. Mulai dari Tumbuhan, Makhluk Kecil (Bakteria dan Virus), Binatang, Manusia, dan Jin bahkan benda mati, mereka semua mempunyai kekuatan fisik. Kekuatan fisik itu ada naik turunnya. Makanya manusia harus pandai memanfaatkan fisiknya. Apalagi udah punya akal sehat dan kecerdasan, harusnya bisa menggunakan fisik yang baik...Jangan kayak binatang yang tidak punya akal, makanya penggunaan fisiknya itu banyak tidak benar, seperti bertengkar, bahkan bunuh-bunuhan. Tidak boleh manusia seperti ini..

Manusia harus melakukan sesuatu untuk mengembangkan fisiknya. Tidak bisa diam-diam. Harus makan yang cukup, istirahat dan olahraga teratur, melakukan kegiatan baik yang konsisten, dan banyak lagi. 

Fisik harus digunakan dengan baik untuk menciptakan kesehatan. baik sehat jasmani maupun sehat rohani Bagi saya, kesehatan masyarakat itu juga merupakan faktor penyebab negara maju walaupun tidak semuanya begitu. Seperti Jepang, negaranya maju tapi orangnya sehat2. Penduduknya makan makanan yang berkhasiat. Kalau Indonesia seperti ini, bisa juga jadi negara maju.
 
Fisik yang sehat dan kuat itu bisa membuat kita jadi manusia yang cerdas. Kecerdasan manusia bisa membuat negara kita maju. Untuk membangun jiwa yang kokoh, kita harus membesarkan kebiasaan baik yang mendirikan fisik yang kuat. Berolahraga, makan yang sehat, bergaullah banyak dengan teman, menuntut ilmu, dan istirahat cukup itu merupakan contohnya. Fisik yang kuat mendorong kita untuk semangat. Kalau lemah justru mengantarkan kita untuk putus asa. Kita pasti mau berhasil, makanya kita harus selalu Semangat. Semangatlah Generasi Muda Indonesia. Jangan kalah dengan dulu. Jangan terpengaruh oleh arus globalisasi...Kalau semangat, pasti kita akan jadi yang terbaik...AYO SEMANGAT 45!!!



5. Berbakti Pada Kedua Orang tua:

Inilah manusia yang paling mulia di setiap pandangan manusia. Kita tidak akan hidup tanpa adanya Kedua Orang Tua. Kita tak akan bisa hidup tanpa adanya ibu soalnya tidak ada yang melahirkan dan memberikan kesempatan untuk kita untuk melihat dunia. Dan kita tidak akan bisa hidup tanpa bapak soalnya tidak akan ada nafkah dan pemimpin keluarga. Keduanya adalah sosok yang luar biasa.

Orangtua dari kecil sampai besar terus menerus membesarkan kita. Dengan jerit dan susah payahnya bekerja dari pagi sampai malam, tapi tujuannya itu ternyata untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Yak, memang orangtua pasti menyayangi anaknya dan senanitasa melindungi anaknya. Tiada niat buruk yang dikeluarkan oleh orangtua.

Setiap anak pasti pernah meminta sesuatu ke orangtua. Atau orangtua pasti pernah meminta sesuatu pada kita. Tapi tidak semuanya tidak kita inginkan dan diinginkan oleh orangtua. Hal ini adalah faktor kedurhakaan kita kepada orangtua. Durhaka adalah Mobil yang jalan terus jatuh ke jurang. Ibaratnya kalau durhaka itu mendekatkan kita pada kiamat. Selain mengantarkan kita pada pintu kiamat, durhaka juga merusak akhlak kita termasuk generasi muda, negara, dan bahkan dunia global.

Selain itu, kesombongan adalah faktor lainnya yang mendorong kita untuk menjadi manusia yang durhaka yang celaka.Contohnya kita merasa kalau kita pintar lalu kita tidak menghiraukan nasihat orangtua justru membantah atau membentaknya kalau kita dikasihtau yang hakikatnya untuk kebaikan. Banyak lah contohnya. Sama kita harus tau kalau kesombongan itu sumber terbesar terbentuknya sifat jelek.

Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang bersifat durhaka. Balasannya sangat besar bagi orang yang durhaka pada siapapun. Untuk yang durhaka pada orangtua, ada balasan langsung di dunia. HATI-HATI ya.

Hadis yang menjelaskan tentang bahayanya durhaka: 

"Semua dosa akan ditangguhkan Allah SWT sampai nanti hari Kiamat., kecuali durhaka kepada orangtua, maka sesungguhnya Allah SWT akan menyegerakan balasan kepada pelakunya di dunia sebelum meninggal" 
(H.R Hakim)  

Allah Azza Wa Jalla berfirman di Al-Qur'an Al-Karim: 


(23) "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ""ah"" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (24) "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ""Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil""."

(Q.S Al-Isra ayat 23-24)

Catatan Tambahan:

Jangan durhaka kepada siapapun..Bukan hanya orangtua..Teman, adik, kakak jangan didurhakai..Dan orangtua itu bukan hanya kedua orangtua...Guru, pembantu, sopir, itu adalah bangsanya dari orangtua dan tidak boleh didurhakai.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar