Skip to main content

Kerja Keras Saat Orang Lain Tidur Nyenyak


Ada satu nasihat yang pernah gue denger dan itu bener-bener menyentuh hati gue. Rasanya nampar dan benar-benar menampar. “Bekerjalah di saat orang lain tidur”. Simple banget tapi sangat menancap. Kita tentu sering atau pernah mendengar kisah-kisah orang-orang yang berhasil bangkit dan merubah nasib hidupnya. Well, gue engga mau ngomongin tentang sukses, karena tiap orang punya definisi sukses yang beda-beda. Dan kita engga usah muluk-muluk dulu deh. Tapi intinya kita semua terutama yang anak muda semuanya menginginkan perubahan. Perubahan yang paling mudah itu ya kalau bukan dari diri sendiri ya dari siapa lagi.

Satu hal yang gue pelajarin dari kisah-kisah orang tersebut adalah mereka bekerja di saat orang lain tidur pulas. Mereka bekerja keras saat orang lain bermalas-malasan. Apa yang mereka kerjain itu jauh melebihi dari yang diminta atau dibutuhkan. Menurut gue bekerja keras itu engga cuma kerja capek dan keringat tapi bekerja keras itu berarti kita melakukan sesuatu yang out of the box. Semisal kita diminta kerjain 1 tapi kita kerja dua. Kita diminta kerjakan 100 persen kita kerjakan 101 persen.

Orang-orang yang bekerja keras mereka semua melakukan hal diatas rata-rata. Semisalnya ada dua orang mahasiswa. Satu mahasiswa hanya datang ke kelas, ngikutin pelajaran, dengerin dosen, lalu pulang. Dia hanya mengerjakan apa yang disuruh. Sementara ada mahasiswa satu lagi, dia engga cuma ikut kelas dengerin dosen terus pulang, tapi dia juga suka bertanya ke dosen, kadang ketemu langsung kadang lewat email. Kalau abis kelas, dia suka berdiskusi sama dosen dan bertanya-tanya tentang pelajaran terus gimana implementasinya di kehidupan nyata. Engga cuma itu, dia juga rutin ikutin kegiatan lain yang bisa memaksimalkan pengetahuannya dan juga pengalaman. Misal dia ikut organisasi, kegiatan relawan, bakti sosial, amal, atau bahkan magang. Dari situ, kerja keras dia bener-bener kelihatan. Dia engga cuma kerjain apa yang disuruh, tapi dia punya insiatif dan tau mau ngapain sih. Dia juga ngerti gimana manfaatin apa yang dia pelajarin di kehidupan sehari-hari. Nah kalau gini kira-kira siapa yang layak untuk berhasil? Siapa yang nasibnya bakal berubah?

Apalagi sebagai mahasiswa, namanya mahasiswa semuanya serba pilihan. Agak beda dengan kita yang udah kerja atau masih sekolah. Waktu sekolah, kita belum dianggap bener-bener dewasa dan masih dibawah pengawasan guru apalagi orang tua. Kalau kita engga ngerjain tugas, engga dateng ke sekolah alias bolos guru masih nyariin. Nah, kalau kita kerja konteksnya beda lagi. Disini kan kita dibayar, udah janji sama bos dan juga klien. Kalau engga mau kerja ya kemungkinan besar pasti dimarahin bos dong, kliennya kesel dan hilang kepercayaan sama kita. Kalau kita terus-terusan ga mau kerja keras, ya bisa dikasih surat SP3 atau mungkin aja langsung dipecat.

Nah, kuliah serba pilihan, bisa dibilang bebas. Mau belajar dan kerja keras silakan mau malas-malasan juga engga ada yang maksa. Kita engga dateng ke kelas, atau ga ngerjain pr atau tugas engga dimarahin atau dicari-cari tapi tau-taunya aja nilai jadi jeblok. Jadi kuliah bukan cuma soal ngejalanin kewajiban atau pekerjaan, tapi itu tentang mengerjakan kewajiban dengan kesadaran diri. Silakan lo ngelakuin apa yang lo kehendak tapi lo harus siap nerima konsekuensinya, ini yang diajarkan universitas.

Begitu juga, kerja keras itu pilihan selama itu kuliah. Entah kita cuma mau ikutin, kerjain, dan pelajarin apa yang disuruh dosen, atau mau juga nyari-nyari referensi dari luar. Entah kita mau kuliah dan pulang saja atau memperbanyak dengan kegiatan lain itu ya kembali pilihan. Yang jelas kalau kuliah hidup itu serba pilihan. Ini tantangannya. Tapi ada kenikmatan mana kala kita bekerja di saat orang lain bersantai-santai. Ada nikmat di saat kita berlatih atau belajar saat orang lain tidur lelap atau tidur nyenyak. Prosesnya memang menyakitkan, tapi suatu saat kita bisa menikmati hasil. Allah akan membuktikan nikmatnya kerja keras dan memakan hasil dari keringat sendiri. Kerja keras itu menyenangkan kalau kita tahu kenapa kita harus melakukan apa yang kita lakukan dan kalau kita percaya bahwa semua pasti akan berakhir indah. Tapi kalau kita engga paham makna dari apa yang kita kerjakan, sekeras apapun kita berusaha itu pasti bakalan tetap sia-sia ya gais.

Nah, makanya teman-teman, selagi lagi kita masih diberi waktu, terutama selagi kita masih muda, inilah kesempatan kita untuk bekerja keras. Engga apa-apa capek kan untuk hasil yang jangka panjang juga. Bekerjalah lebih dari rata-rata kebanyakan orang, Insha Allah kita akan menikmati hasilnya kelak. Dan pastikan kita tahu kenapa kita melakukan  sesuatu dan apa manfaat yang kita kerjakan agar kerja keras kita engga sia-sia gitu aja.

Comments